Inilah aku dengan segala hobi, kesukaan dan ketidaksukaanku ^_^
I'm like : membaca majalah, novel,puisi, buku kejiwaan (hah?),sama sejarah. Menulis sebuah short story (kalau long story,gak sabaran), puisi dan apapun yang ada di kepala. Memotret BUKAN dipotret lho,yaa, jangan samakan dengan orang narsis. Mengunjungi tempat bersejarah, karena aku suka tempat yang auranya megah dan ngeri. Pergi ke pantai dan wisata alam,mengagumi ciptaan Tuhan. Pelajaran Bahasa Indonesia sama Sejarah dan TIK. Download theme ponsel. Nyobain software-software. Baca artikel di internet.
Dislike : menghitung yang abstrak nan rumit. Dipaksa masuk jurusan IPA. Disuruh masuk FK. Suasana hingar bingar.
apa lagi yaaa? ngantuk ah,,tidur dulu aja.
kisah melelahkan...
Diposting oleh: Dhani Muflicha - Jumat, 29 Januari 2010
PKn ku sayang, PKn ku malang
Presentasimu masih berserakan
Tapi sayang,aku sudah lunglai mengerjakan
Terlalu letih,aku tuk menatap undang-undang
Hak Interpelasi,kemanakah kau sembunyi?
Hak Imunitas, siapakah engkau sebenarnya?
Fungsi Pengawasan,ayolah kita berkenalan!
Fungsi Anggaran,mari kita berkenalan!
Fungsi legislasi,oh aku mengerti tentang dirimu kini!
Jalanan demokrasi semakin padat
Aku terjebak kemacetan hafalan lembaga perwakilan rakyat
Tersungkur di atas bebatuan hakikat demokrasi yang terjal
Tiba-tiba aku berada di ruangan zaman sejarah
Melewati masa demokrasi liberal, ah aku pusing!
Kendaraan lalu membawaku ke zaman demokrasi terpimpin,
aku capek di zaman ini! teriakku
Sopir mengantarku ke masa demokrasi pancasila,
oh disini aku pingsan kecapekan.
Aku ketiduran, mataku sayu
Kelelahan berwisata ke dunia demokrasi yang panjang berliku.
*hahahahahaha, hiburan belaka*
Presentasimu masih berserakan
Tapi sayang,aku sudah lunglai mengerjakan
Terlalu letih,aku tuk menatap undang-undang
Hak Interpelasi,kemanakah kau sembunyi?
Hak Imunitas, siapakah engkau sebenarnya?
Fungsi Pengawasan,ayolah kita berkenalan!
Fungsi Anggaran,mari kita berkenalan!
Fungsi legislasi,oh aku mengerti tentang dirimu kini!
Jalanan demokrasi semakin padat
Aku terjebak kemacetan hafalan lembaga perwakilan rakyat
Tersungkur di atas bebatuan hakikat demokrasi yang terjal
Tiba-tiba aku berada di ruangan zaman sejarah
Melewati masa demokrasi liberal, ah aku pusing!
Kendaraan lalu membawaku ke zaman demokrasi terpimpin,
aku capek di zaman ini! teriakku
Sopir mengantarku ke masa demokrasi pancasila,
oh disini aku pingsan kecapekan.
Aku ketiduran, mataku sayu
Kelelahan berwisata ke dunia demokrasi yang panjang berliku.
*hahahahahaha, hiburan belaka*
Apa lagi?
Diposting oleh: Dhani Muflicha -
Kapan saya menenangkan pikiran?
Hari ini aku di kamar, sepi sendiri. Bermain dengan narrative text yang kunjung usai. Aku mulai menyelami bunga rampai puisi. Bercerita dengan Saini.K.M, berbicara dengan Sapardi Djoko Damono, menyelami lautan imajinasi Joko Pinurbo. Oooo,kerjapan mataku bertambah sayu mengingat tugas agamaku telah sabar menantiku.
Hai,ekonomi! Maafkan daku,telah melupakanmu. Apakah senin kau tetap menantikan tulisan tanganku?
Tahukah kau? Senin depan aku akan melukiskan goresan darah, di atas kertas bernama ulangan sejarah.
Apa lagi? Oh,iya aku harus menyusuri lorong demokrasi yang tak pernah berhenti...
Hari ini aku di kamar, sepi sendiri. Bermain dengan narrative text yang kunjung usai. Aku mulai menyelami bunga rampai puisi. Bercerita dengan Saini.K.M, berbicara dengan Sapardi Djoko Damono, menyelami lautan imajinasi Joko Pinurbo. Oooo,kerjapan mataku bertambah sayu mengingat tugas agamaku telah sabar menantiku.
Hai,ekonomi! Maafkan daku,telah melupakanmu. Apakah senin kau tetap menantikan tulisan tanganku?
Tahukah kau? Senin depan aku akan melukiskan goresan darah, di atas kertas bernama ulangan sejarah.
Apa lagi? Oh,iya aku harus menyusuri lorong demokrasi yang tak pernah berhenti...
The Dark Blue (part 2)
Diposting oleh: Dhani Muflicha - Rabu, 27 Januari 2010
Enam tahun yang lalu…
Rhe,hari ini kamu gak usah masuk sekolah dulu. Udah Bapak buatin surat izin kok. Nenek meninggal dunia. “oh…”. Kok bisa ya,perasaaanku benar. Tiga hari lalu di benakku tiba-tiba terlintas pikiran kalau Nenek akan meninggal. Hmmm... tauk,ah. Gak usah mikir itu,langsung kesana saja.
Keranda yang membawa Nenek sudah berjalan menuju pemakaman,ketika mentari sudah condong ke barat. Aku sakit! Ups! Pikiran itu merasuk tanpa permisi. Kalau aku sakit beneran gimana? Dan akupun merasa seperti memiliki kemampuan aneh,saat tiga hari kemudian aku betul-betul sakit. Aku merasa apa yang terlintas di pikiranku selalu benar-benar terjadi.
Dua tahun kemudian...
Aku berkunjung ke rumah tanteku. Saat kami mengobrol di teras,lelaki berpakaian seperti dukun menghampiri kami dengan entah apa yang ada di tangannya. Anehnya,tanteku tertarik dengan benda yang dibawanya itu. Mamaku juga. Aneh. Padahal aura lelaki itu menakutkan. Aku merasa kalau dia akan menyerang kami tanpa ampun. Melihat reaksi tante dan mamaku yang menyambut baik lelaki itu,aku berteriak sekencang-kencangnya. “Dasar ibu-ibu aneh”, pikirku mendengar ibuku mengomel sepanjang jalan menuduhku tidak sopan! Dan entah kenapa firasatku berkata kalau lelaki itu akan menyerang tanteku dengan cara santet lewat jalan sebuah kecelakaan fatal!
Huahhhemmm,.. aku menguap malas-malasan ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. Sesaat aku linglung, mimpi apa aku tadi barusan? Kok aneh ya,tapi ah itu gak mungkin tejadi, itu yang selalu ayah bilang ketika aku bercerita tentang mimpi-mimpiku. “Mimpi kan cuma bunga tidur,apa artinya sih nak? Bahkan ayah ibuku pun menganggap aku sang pengkhayal ulung. Menganggap mimpi-mimpi hanyalah imajinasiku yang terlalu melayang. Aku berusaha mempercayai kata-katanya, toh aku hanya gadis kecil yang tak pernah didengar ketika bersuara.
Sampai pada suatu saat yang begitu mengejutkan. Ayah pulang membawa kabar kalau tante kecelakaan dan dirawat di sebuah rumah sakit. Aku yang sudah mulai melupakan mimpiku terpaksa mengingat kembali mimpi aneh nan mengerikan itu. Tahulah aku kini, bahwa yang diomongkan ayah ibu itu omong kosong! Menganggap mimpi itu sebuah dunia fantasi karanganku sendiri itu omong kosong! Blah,kenapa orang dewasa bersikap meremehkan anak-anak? Aku benci itu!
“Yah,sekarang percaya gak tentang mimpiku itu?” “Mimpi yang mana?” “Yang tante kecelakaan itu,yah!” “Kamu gak pernah mimpi itu, dasar bocah pengkhayal!” Ah,orang dewasa selalu saja seperti itu. Menganggapku tak pernah ada. Apa sih yang ada dalam pikiran orang dewasa itu? Huh!
Aku ini gadis kecil,tetapi suka menguping obrolan orang dewasa. Dari obrolan sesaat,ku mendengar kalau kalau tanteku sebenarnya disantet. Selanjutnya aku tak mendengarkan lagi obrolan mereka. Aku berpikir, betapa orang dewasa meremehkan gadis kecil sepertiku…
Rhe,hari ini kamu gak usah masuk sekolah dulu. Udah Bapak buatin surat izin kok. Nenek meninggal dunia. “oh…”. Kok bisa ya,perasaaanku benar. Tiga hari lalu di benakku tiba-tiba terlintas pikiran kalau Nenek akan meninggal. Hmmm... tauk,ah. Gak usah mikir itu,langsung kesana saja.
Keranda yang membawa Nenek sudah berjalan menuju pemakaman,ketika mentari sudah condong ke barat. Aku sakit! Ups! Pikiran itu merasuk tanpa permisi. Kalau aku sakit beneran gimana? Dan akupun merasa seperti memiliki kemampuan aneh,saat tiga hari kemudian aku betul-betul sakit. Aku merasa apa yang terlintas di pikiranku selalu benar-benar terjadi.
Dua tahun kemudian...
Aku berkunjung ke rumah tanteku. Saat kami mengobrol di teras,lelaki berpakaian seperti dukun menghampiri kami dengan entah apa yang ada di tangannya. Anehnya,tanteku tertarik dengan benda yang dibawanya itu. Mamaku juga. Aneh. Padahal aura lelaki itu menakutkan. Aku merasa kalau dia akan menyerang kami tanpa ampun. Melihat reaksi tante dan mamaku yang menyambut baik lelaki itu,aku berteriak sekencang-kencangnya. “Dasar ibu-ibu aneh”, pikirku mendengar ibuku mengomel sepanjang jalan menuduhku tidak sopan! Dan entah kenapa firasatku berkata kalau lelaki itu akan menyerang tanteku dengan cara santet lewat jalan sebuah kecelakaan fatal!
Huahhhemmm,.. aku menguap malas-malasan ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. Sesaat aku linglung, mimpi apa aku tadi barusan? Kok aneh ya,tapi ah itu gak mungkin tejadi, itu yang selalu ayah bilang ketika aku bercerita tentang mimpi-mimpiku. “Mimpi kan cuma bunga tidur,apa artinya sih nak? Bahkan ayah ibuku pun menganggap aku sang pengkhayal ulung. Menganggap mimpi-mimpi hanyalah imajinasiku yang terlalu melayang. Aku berusaha mempercayai kata-katanya, toh aku hanya gadis kecil yang tak pernah didengar ketika bersuara.
Sampai pada suatu saat yang begitu mengejutkan. Ayah pulang membawa kabar kalau tante kecelakaan dan dirawat di sebuah rumah sakit. Aku yang sudah mulai melupakan mimpiku terpaksa mengingat kembali mimpi aneh nan mengerikan itu. Tahulah aku kini, bahwa yang diomongkan ayah ibu itu omong kosong! Menganggap mimpi itu sebuah dunia fantasi karanganku sendiri itu omong kosong! Blah,kenapa orang dewasa bersikap meremehkan anak-anak? Aku benci itu!
“Yah,sekarang percaya gak tentang mimpiku itu?” “Mimpi yang mana?” “Yang tante kecelakaan itu,yah!” “Kamu gak pernah mimpi itu, dasar bocah pengkhayal!” Ah,orang dewasa selalu saja seperti itu. Menganggapku tak pernah ada. Apa sih yang ada dalam pikiran orang dewasa itu? Huh!
Aku ini gadis kecil,tetapi suka menguping obrolan orang dewasa. Dari obrolan sesaat,ku mendengar kalau kalau tanteku sebenarnya disantet. Selanjutnya aku tak mendengarkan lagi obrolan mereka. Aku berpikir, betapa orang dewasa meremehkan gadis kecil sepertiku…
Seulas Terimakasih
Diposting oleh: Dhani Muflicha -
Terimakasih,
Kau telah memberiku hidup
Memberiku waktu tuk melihat dunia lagi
Terimakasih,
Di tahun ke-14 aku hidup
Aku masih merasakan getaran cintaMU
Kau telah memberiku hidup
Memberiku waktu tuk melihat dunia lagi
Terimakasih,
Di tahun ke-14 aku hidup
Aku masih merasakan getaran cintaMU
Senandung di Hari Senja
Diposting oleh: Dhani Muflicha - Selasa, 26 Januari 2010
Senja,..
Aku merindukanmu hadir kembali..
Temani jiwaku yang sepi sendiri..
Senja,..
Berhentilah sejenak kau ditatapanku..
Aku akan menyanyi untukmu..
Kemarilah senja..
Lihatlah disini senja..
Burung-burung kecil telah menantimu..
Daun-daun menari menyambutmu..
Akupun tersenyum mengharapkanmu..
Riang bersamaku saat kau menemaniku ceritaku..
Senja sayang,
Kau terlalu cepat pergi dariku
Senja,
Jawablah senja,
Apakah esok kau datang menemani?
Aku merindukanmu hadir kembali..
Temani jiwaku yang sepi sendiri..
Senja,..
Berhentilah sejenak kau ditatapanku..
Aku akan menyanyi untukmu..
Kemarilah senja..
Lihatlah disini senja..
Burung-burung kecil telah menantimu..
Daun-daun menari menyambutmu..
Akupun tersenyum mengharapkanmu..
Riang bersamaku saat kau menemaniku ceritaku..
Senja sayang,
Kau terlalu cepat pergi dariku
Senja,
Jawablah senja,
Apakah esok kau datang menemani?
Haruslah Negeri Kita Menjadi Negeri Yang Besar!
Diposting oleh: Dhani Muflicha -
Membaca tulisan kawan di facebook tentang kegundahannya melihat anak-anak Indonesia yang hidup dalam 'jajahan' barat, menggugah saya untuk menulis catatan ini.
Coba kalian renungi, Negeri kita dari sabang sampai merauke mempunyai kebudayaan yang sangat tinggi. Satu pulau besar seperti Sumatra, Jawa , Kalimantan , Papua dll berapa ribu sukukah yang hidup didalamnya? Dengan ribuan suku, yang setiap suku kebudayaan tinggi, susah diciptakan menurut orang masa kini! Mengapa dengan kekuatan sebesar itu kita masih saja menengok ke barat?
Negeri kita terletak diuntaian zamrud khatulistiwa. Negeri yang gemah ripah loh jinawi. Di Pulau Jawa dengan tanah yang subur, tentulah hasil pertanian bagus jika diolah dengan baik! Padi kita tidak akan kalah dengan hasil padi dari Filipina! Sumatra, Kalimantan 'jika kita nafsu menebang pohon sembarangan' adalah penghasil kayu yang potensial. Tentunya dengan sistem tebang pilih, dengan begitu Negeri kita bisa menjadi penyelamat pemanasan global yang semakin mengganas! Tahulah kita, bahwa negeri kita menjadi negeri yang diharapkan menjadi paru-paru dunia melihat luas hutan yang sebenarnya 'potensial'.
Mengapa minyak mahal? Padahal negeri kita, negeri penghasil minyak?
Karena kita belum bisa mengolah sendiri. Minyak mentah dijual ke luar, setelah diolah dibeli dengan harga yang mahal.
Andaikan kita memiliki tenaga yang profesional, tentulah negeri kita ini makmur..
Tentulah kita harus melek terhadap potensi dahsyat negeri kita ini! Mulai dari kebudayaan, bahasa, SDA hampir semuanya tersedia lengkap.
Sangat berharap, sepuluh tahun kedepan, lima belas tahun kedepan ketika tiba saatnya kita memimpin Indonesia. Kita bisa memimpin dengan bijak.
Dan Indonesia akan benar-benar menjadi negeri yang besar. Negeri yang gemah ripah loh jinawi, negeri yang berkebudayaan tinggi. Bisa mendulang kebesaran dan kehormatan di segala penjuru. Mengulang kebesaran Majapahit...!!
Ingat, bahwa kita di masa lalu pernah disegani banyak negara. Mengapa sekarang tidak?
Harus bisa,harus! HARUSLAH NEGERI KITA MENJADI NEGERI YANG BESAR!
Coba kalian renungi, Negeri kita dari sabang sampai merauke mempunyai kebudayaan yang sangat tinggi. Satu pulau besar seperti Sumatra, Jawa , Kalimantan , Papua dll berapa ribu sukukah yang hidup didalamnya? Dengan ribuan suku, yang setiap suku kebudayaan tinggi, susah diciptakan menurut orang masa kini! Mengapa dengan kekuatan sebesar itu kita masih saja menengok ke barat?
Negeri kita terletak diuntaian zamrud khatulistiwa. Negeri yang gemah ripah loh jinawi. Di Pulau Jawa dengan tanah yang subur, tentulah hasil pertanian bagus jika diolah dengan baik! Padi kita tidak akan kalah dengan hasil padi dari Filipina! Sumatra, Kalimantan 'jika kita nafsu menebang pohon sembarangan' adalah penghasil kayu yang potensial. Tentunya dengan sistem tebang pilih, dengan begitu Negeri kita bisa menjadi penyelamat pemanasan global yang semakin mengganas! Tahulah kita, bahwa negeri kita menjadi negeri yang diharapkan menjadi paru-paru dunia melihat luas hutan yang sebenarnya 'potensial'.
Mengapa minyak mahal? Padahal negeri kita, negeri penghasil minyak?
Karena kita belum bisa mengolah sendiri. Minyak mentah dijual ke luar, setelah diolah dibeli dengan harga yang mahal.
Andaikan kita memiliki tenaga yang profesional, tentulah negeri kita ini makmur..
Tentulah kita harus melek terhadap potensi dahsyat negeri kita ini! Mulai dari kebudayaan, bahasa, SDA hampir semuanya tersedia lengkap.
Sangat berharap, sepuluh tahun kedepan, lima belas tahun kedepan ketika tiba saatnya kita memimpin Indonesia. Kita bisa memimpin dengan bijak.
Dan Indonesia akan benar-benar menjadi negeri yang besar. Negeri yang gemah ripah loh jinawi, negeri yang berkebudayaan tinggi. Bisa mendulang kebesaran dan kehormatan di segala penjuru. Mengulang kebesaran Majapahit...!!
Ingat, bahwa kita di masa lalu pernah disegani banyak negara. Mengapa sekarang tidak?
Harus bisa,harus! HARUSLAH NEGERI KITA MENJADI NEGERI YANG BESAR!
Langganan:
Postingan (Atom)
