Apa lagi?

Kapan saya menenangkan pikiran?

Hari ini aku di kamar, sepi sendiri. Bermain dengan narrative text yang kunjung usai. Aku mulai menyelami bunga rampai puisi. Bercerita dengan Saini.K.M, berbicara dengan Sapardi Djoko Damono, menyelami lautan imajinasi Joko Pinurbo. Oooo,kerjapan mataku bertambah sayu mengingat tugas agamaku telah sabar menantiku.

Hai,ekonomi! Maafkan daku,telah melupakanmu. Apakah senin kau tetap menantikan tulisan tanganku?

Tahukah kau? Senin depan aku akan melukiskan goresan darah, di atas kertas bernama ulangan sejarah.

Apa lagi? Oh,iya aku harus menyusuri lorong demokrasi yang tak pernah berhenti...

0 komentar:

Posting Komentar